--
POSTED ON Tuesday, August 12, 2014 AT 4:44 AM \\

Aku tak bisa berlagak berkata-kata dalam bahasa omputih.
Aku tak bisa berlagak dalam subjek subjek matapelajaran.
Aku tak biasa berlagak dalam banyak hal.



Tapi walaupun itu,
Aku juga manusia.

Mana ada semuanya perlu ditonjolkan. Berlagaklah wahai aku kalau aku bisa dalam satu satu hal.

Tapi,
Aku sungguh terasa.
Walaupun aku bukan sempurna dan perkasa dalam pelajaran,
Tidak bolehkah ia menjadi seperti selalu?
Seperti apa yang aku inginkan?
Seperti apa yang aku rasa aku ingin?


Mungkin benar,
Aku salah mengatur.
Aku salah dalam bertutur.
Aku salah dalam memilih mana yg perlu untuk aku patuh.

Kerna aku tahu,
Aku bukan utk itu semua mungkin.
Reda.
Aku rancang cukup sempurna sampai bisa mendabik dada jumpa sesama manusia tapi
Mungkin jua takdir yg tentukan semua.

--Allah itu Maha Adil.

Sebenarnya,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku seka airmata aku dengan rakus
.
.
.
.
.
.
Yang setiap hari hiris aku bagai luka bernanah
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yang hanya tunggu waktu untuk aku
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Diam kaku tak bergerak walau sikit walaupun aku tahu, itulah mungkin yang terakhir untuk aku.


Selamat tinggal harapan,
Semuanya akan lenyap dalam mimpi mimpi yang takkan mungkin pernah terjadi,
Yang takkan mungkin pernah aku gapai,
Tanpa aku sendiri yang susah.